
Anime adalah istilah yang digunakan untuk menyebutkan film Animasi/kartun Jepang. Kata tersebut berasal dari kata animation yang dalam pelafalan bahasa Jepang menjadi animeshon. Kata tersebut kemudian disingkat menjadi anime. Meskipun pada dasarnya anime tidak dimaksudkan khusus untuk animasi Jepang, tetapi kebanyakan orang menggunakan kata tersebut untuk membedakan antara film animasi buatan Jepang dan non-Jepang.
Sejarah karya animasi di Jepang diawali dengan dilakukannya First
Experiments in Animation oleh Shimokawa Bokoten, Koichi Junichi, dan
Kitayama Seitaro pada tahun 1913. Kemudian diikuti film pendek (hanya
berdurasi sekitar 5 menit) karya Oten Shimokawa yang berjudul Imokawa Mukuzo Genkanban no Maki tahun 1917. Pada saat itu
Oten membutuhkan waktu 6 bulan hanya untuk mengerjakan animasi sepanjang 5 menit tersebut dan masih berupa "film bisu". Karya Oten itu kemudian disusul dengan anime berjudul Saru Kani Kassen dan Momotaro hasil karya Seitaro Kitayama pada tahun 1918, yang dibuat untuk pihak movie company Nihon Katsudo Shashin (Nikatsu).
Pada tahun 1918 Seitaro kembali membuat anime dengan judul Taro no Banpei. Tetapi semua catatan tentang anime tersebut dikatakan hilang akibat gempa bumi di Tokyo pada tahun 1923.
Selain Oten dan Seitaro, ada juga beberapa animator lain seperti, Junichi Kouichi (Hanahekonai Meitou no Maki, 1917), Sanae Yamamoto
(Obasuteyama, 1924), Noburo Ofuji (Saiyuki, 1926 dan Urashima Taro, 1928), Yasushi Murata (Dobutsu Olympic Taikai, 1928). Pada saat itu, muncul pula anime pertama yang mempunyai sekuel yaitu Sarugashima (1930) dan kelanjutannya yaitu Kaizoku-bune (1931).
Pada tahun 1927, Amerika Serikat telah berhasil membuat animasi dengan menggunakan suara (pada saat itu hanya menggunakan background music).
Jepang kemudian mengikuti langkah itu dan anime pertama dengan
menggunakan suara musik adalah Kujira (1927) karya Noburo Ofuji. Sedangkan anime pertama yang "berbicara" adalah karya Ofuji yang berjudul Kuro Nyago(1930) dan berdurasi 90 detik.
Salah satu anime yang tercatat sebelum meletus Perang Dunia II dan merupakan anime pertama dengan menggunakan optic track (seperti yang digunakan pada masa sekarang) adalah Chikara To Onna No Yononaka (1932) karya Kenzo Masaoka.
Dalam tahun 1943 Masaoka bersama dengan seorang muridnya, Senoo Kosei, mereka membuat kurang lebih lima episode anime berjudul Momotaro no Umiwashi (Momotaro, the Sea Eagle). Anime yang ditayangkan ini merupakan anime Jepang pertama dengan durasi lebih dari 30 menit (short animated feature film).
Mendekati akhir dari Perang Pasifik, yaitu pada bulan April 1945, Senoo telah membuat dan menampilkan kurang lebih sembilan episode anime yang merupakan karya besarnya, Momotaro: Umi no Shinpei (Momotaro: Devine Soldier of the Sea). Anime ini merupakan anime Jepang pertama yang berdurasi panjang, yaitu sekitar 72 menit (animated feature film). Keduanya adalah anime propaganda yang mengadaptasi dari cerita legenda terkenal Jepang, Momotaro, dan merupakan salah satu dari anime terpopuler pada masa tersebut.
Noburo Ofuji juga pernah mencoba membuat anime yang berwarna. Pada saat itu ia membuat anime Ogon no Hana (1930) dengan hanya 2 warna, tetapi tidak pernah dirilis. Anime pertama yang dirilis dengan warna baru
muncul lama setelah itu yaitu Boku no Yakyu (1948) karya Megumi Asano.
Setelah Perang Dunia II, industri anime dan manga bangkit kembali
berkat Osamu Tezuka. Orang yang dijuluki "God of Manga" ini pada saat itu baru berusia sekitar 20 tahun dan karyanya adalah Shintakarajima yang muncul pada tahun 1947. Hanya dalam beberapa tahun saja, Tezuka kemudian menjadi sangat terkenal.
Ketika habis masa kontraknya dengan Toei pada tahun 1962, Tezuka
kemudian mendirikan Osamu Tezuka Production Animation Departement, yang kemudian disebut dengan Mushi Productions dengan produksi pertamanya film pendek berjudul Aru Machi Kado no Monogatari (1962). Produk Mushi Production yang terkenal adalah Tetsuwan Atom. Namun Tetsuwan Atom bukanlah animasi televisi buatan lokal pertama yang ditayangkan. Tahun 1960 adalah pertama kalinya ditayangkan anime TV di Jepang, yaitu Mittsu no Hanashi (Tree Tales) – The Third Blood yang merupakan anime TV Special.
Dilanjutkan dengan penayangan serial anime TV produksi Otogi-Pro berjudul Instant Story pada tanggal 1 Mei 1961 di stasiun televisi Fuji (Fuji
Terebi). Walaupun hanya berdurasi 3 menit serial ini cukup mendapat
popularitas serta bertahan hingga tahun 1962. Penayangan anime tersebut merupakan merupakan tanda bagi kelahiran anime TV Series produksi Jepang yang pertama. Meski demikian, Tetsuwan Atom adalah anime pertama yang ditayangkan secara reguler. Acara ini sangat terkenal bahkan sampai ke beberapa negara di luar Jepang (di Amerika Tetsuwan Atom dikenal sebagai Astro Boy)
Era 80-an merupakan periode emas perkembangan anime. Sukses dari dua film versi layar lebar, Yamato dan Gundam merupakan awal dari booming anime di era ini. Anime juga mulai merambah ke pasar video dalam bentuk Original Video Animation (OVA). Film yang tercatat paling berpengaruh di era ini adalah Nausicaä of the Valley of the Wind (1986) yang suksesnya memicu didirikannya studio Ghibli yang dimotori Miyazaki. Studio ini memproduksi film-film sukses seperti Laputa: Castle in the Sky (1986), My Neighbor Totoro (1988), serta Kiki's Delivery Service (1989). Film-film lain yang berpengaruh adalah Grave of the Fireflies (1987) serta fiksi-ilmiah, Akira (1989) yang flop di negaranya namun sukses internasional. Era 90-an mencatat film kontroversial Neon Genesis Evangelion (1995) menjadi pemicu tren anime robot raksasa dengan plot rumit. Seri-seri populer seperti Sailor Moon, Dragon Ball, serta Pokemon bermunculan dan sukses di luar Jepang. Hayao Miyazaki membawa anime ke level yang lebih tinggi melalui film-film fantasinya seperti Princess Mononoke (1997), Spirited Away (2002), serta Howl's Moving Castle (2004). Hingga kini industri anime tercatat sebagai industri animasi yang paling produktif serta kreatif di dunia. Anime juga banyak mempengaruhi film-film barat seperti tampak pada Animatrix, Kill Bill Vol.1, Speed Racer, serta seri Avatar.
sumber : disini
Selengkapnya...
Blog Archive
Category
- #9 (1)
- anime (7)
- Aqua Timez (5)
- bleach (3)
- chicken run (1)
- coraline (1)
- eyeshield 21 (1)
- film (22)
- Flow (2)
- happy feet (1)
- idaten jump (1)
- mangaka (2)
- naruto (3)
- one piece (13)
- ratatouille (2)
- sejarah (4)
- stop motion (2)
- up (1)
Blogroll
My Playlist
About Me
Selasa, 13 April 2010
Sejarah Anime
Slam Dunk

Slam Dunk (スラムダンク) adalah sebuah manga sepanjang 31 jilid yang dikarang oleh Takehiko Inoue tentang sebuah tim bola basket dari SMA Shōhoku. Manga ini sangat populer di Jepang - banyak remaja di sana mulai bermain basket setelah membaca komik ini.

Slam Dunk muncul pertama kalinya dalam majalah manga Weekly Shonen Jump. Di Jepang, komiknya diterbitkan oleh Shueisha dari tahun 1990 hinga 1996, sementara di Indonesia diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Sebelum diterbitkan Elex, komik ini pernah pula diterbitkan oleh Rajawali Grafiti, meskipun kemungkinan besar tanpa lisensi resmi. Anime berdurasi 101 episode kemudian diproduksi oleh TV Asahi dan Toei Animation dan diikuti oleh 4 film animasi layar lebar.
Hanamichi Sakuragi adalah seorang berandalan yang telah 50 kali ditolak perempuan yang diminta untuk menjadi pacarnya. Ia kemudian bertemu Akagi Haruko, gadis idamannya yang mengajurkan Sakuragi untuk mencoba bergabung dengan tim basket SMA Shōhoku. Meskipun agak enggan karena tak mempunyai pengalaman bermain basket, Sakuragi memutuskan untuk bergabung agar dapat membuat Haruko terkesan dan membuktikan dirinya pantas untuk menjadi pacar Haruko. Kaede Rukawa, saingan Sakuragi baik dalam hal percintaan maupun di lapangan basket, bergabung pada saat yang sama. Hisashi Mitsui, mantan pemain terbaik di SMP, dan Ryota Miyagi keduanya juga bergabung dengan tim Shōhoku untuk mencapai impian sang kapten tim, Takenori Akagi untuk membawa Shōhoku menjadi juara nasional. Bersama-sama, kelimanya membentuk tim yang kuat dan Shōhoku yang sebelumnya tidak dikenal luas berubah menjadi salah satu calon juara.
Tokoh - Tokoh
Hanamichi Sakuragi (桜木花道)
Tokoh utama komik ini. Pada awalnya Sakuragi tidak menyukai basket karena dia pernah ditolak seorang gadis yang lebih menyukai anak basket, tetapi setelah bertemu dengan Haruko Akagi (adik perempuan Takenori Akagi) dia mati-matian berusaha agar diikutkan dalam tim basket Shohoku. Ternyata setelah masuk dalam tim basket, Hanamichi mulai berulah dengan bersaing dengan Rukawa, seorang Ace di bidang basket, Sakuragi sangat ingin bersaing dengannya karena Haruko meyukai Rukawa, sehingga Hanamichi menganggap Rukawa adalah musuh bebuyutan. Sakuragi selalu berusaha mencari perhatian Haruko sehingga kadang-kadang tingkahnya sangat konyol, belum lagi ulahnya pada anggota tim basket SMU lain. Meskipun demikian, Hanamichi dikagumi karena kemampuan belajarnya yang sangat cepat. Pada akhirnya, bakat melompat dan rebounds Hanamichi-lah yang menjadi kunci permainan tim Shohoku.
Tokoh lainnya
* Haruko Akagi (赤木晴子)
Seorang gadis manis yang juga menyukai basket seperti kakaknya. Dialah yang pertama memperkenalkan Sakuragi kepada basket, walau awalnya Sakuragi mengikuti basket karena suka pada Haruko, tetapi setelah melewati berbagai proses akhirnya Sakuragi benar-benar menyukai basket. Haruko sendiri sebenarnya menyukai Rukawa, tetapi kemudian dia tahu kalau cintanya bertepuk sebelah tangan.
* Mitsui Hisashi (三井寿)
Pernah menjadi MVP pada waktu SMP, membuat nama Mitsui terkenal. Namun sayangnya karena cidera Mitsui harus menjalani terapi dan perasaan irinya pada Takenori membuatnya sempat membenci basket, hingga berkeinginan untuk menghancurkan tim basket tempat dia berlatih, di SMU Shohoku, tetapi setelah bertemu Pelatih Anzai kembali, dia memutuskan untuk memotong rambutnya dan bergabung kembali di tim basket Shohoku. Setelah bergabung kembali dengan tim basket Shohoku, Mitsui menjadi salah satu pemain utama Shohoku yang terkenal dengan lemparan tiga angkanya, sekalipun dia sering kehabisan stamina di akhir pertandingan. Mitsui juga dikenal sebagai pemain yang hebat di saat genting
* Ryota Miyagi (宮城リョータ)
Dikenal sebagai 'point guard' yang memiliki kecepatan. Mantan anak berandal yang suka berkelahi, dia adalah cowok No-2 tersial setelah Sakuragi, karena sering di tolak perempuan. Dia telah lama menyukai Ayako dan akan sangat kesal jika ada laki-laki lain yang dekat dengan Ayako. Bahkan, Ryota pernah berkelahi dengan Hanamichi, karena mengira Hanamichi pacar Ayako.
* Kogure Kiminobu (????)
Kogure adalah wakil kapten tim Shohoku, sekalipun begitu Kogure lebih sering duduk di bangku cadangan dan memberikan semangat pada tim. Penampilannya yang lemah membuatnya sering diremehkan tim lawan. Meskipun tidak sehebat Mitsui, kemampuan menembak tiga angkanya juga bisa diandalkan di saat-saat krisis.
* Ayako (彩子)
Manajer tim basket Shohoku yang cantik dan penuh semangat. Dia dianggap menjadi pahlawan wanita tim Shohoku dan tidak segan-segan memarahi anggota tim basket yang tidak memberi salam dengan semangat, sekalipun anggota tim basket itu adalah kakak kelasnya.
* Pelatih Anzai Mitsuyoshi(安西光義)
Disebut sebagai 'Buddha berambut putih' karena pembawaan yang kalem. Padahal dulu waktu menjadi pelatih basket di universitas dikenal sebagai pelatih yang keras dengan julukan 'The White Devil'. Perubahan ini dikarenakan Anzai sedih, pemain harapannya, pergi ke Amerika dan meninggal karena kecelakaan disana. Pelatih Anzai sering ditakuti pelatih tim lain karena strategi cerdiknya.
Takenori Akagi(赤木剛憲)
Kapten tim basket Shohoku ini sangat berbakat & terkenal di daerah sebagai center terkuat. Takenori sangat menyukai basket bahkan hampir memujanya, sebenarnya ambisinyalah untuk memajukan tim basket Shohoku hingga ke ajang nasional, tetapi Takenori & tim basket Shohoku belum pernah memenangkan pertandingan hingga tahun terakhirnya di SMU dia memiliki anggota tim basket yang hebat (walau menyusahkan). Takenori lebih sering dipanggil 'Gori' atau 'Gorilla' karena fisiknya yang menyerupai gorila. Panggilan ini berasal dari Mitsui pada saat pertandingan latihan pertama mereka.Tapi,kemudian Hanamichi mempopulerkan sebutan ini lagi,padahal sebelumnya dia tidak tahu Akagi sering disebut Gorilla
sumber : disini
Selengkapnya...
Selasa, 23 Februari 2010
Brave Story

Judul asli: Bureibu Sutori (ブレイブ・ストーリー)
Genre: Drama, petualangan, fantasi
Produksi: Gonzo ( 2006 )
Sutradara: Koichi Chigira
Anime movie ini diangkat dari buku novel karya Miyuki Abe yang telah dibuat adaptasinya dalam bentuk manga sebelumnya. Tadinya sebelum habis menonton anime ini aku mengira bahwa cerita anime ini berdasarkan game RPG model Final Fantasy atau Dragon Quest. Dugaanku salah besar, malah game RPG-nya sendiri baru diluncurkan hanya beda 2 hari sebelum tayang animenya di bioskop-bioskop Jepang. Plot ceritanya sendiri cukup menarik dengan menampilkan perjalanan fantasi seorang remaja untuk meraih harapannya.
Seorang anak SMP bernama Wataru merasa hidupnya hancur berantakan setelah ayahnya pergi meninggalkan dirinya dan ibunya (kemungkinan besar orang tuanya bercerai). Pada saat yang sama di kelas Wataru, murid pindahan baru yang bernama Ashikawa menyebarkan kabar tentang gedung tua berhantu untuk menyembunyikan rahasia sebuah gerbang ajaib yang terdapat di gedung tua tersebut. Dibalik gerbang ajaib tersebut terdapat dunia fantasi bernama Vision dengan dewi impian yang mampu mengabulkan segala macam permohonan. Tak lama kemudian secara tiba-tiba ibu Wataru ditemukan pingsan dan dalam keadaan kritis sehingga harus dirawat dirumah sakit. Wataru dengan nekad memutuskan untuk pergi ke balik gerbang ajaib untuk meminta pada dewi impian supaya mengembalikan seluruh keluarganya bahagia seperti semula.
Ternyata bagi setiap manusia yang masuk lewat gerbang ajaib (disebut sebagai Tabibito – penjelajah) harus melewati ujian penentuan peringkat terlebih dahulu berdasarkan nilai keahlian, stamina dan keberanian. Ashikawa yang pintar dan pemberani rupanya sudah terlebih dahulu masuk dan mendapatkan nilai tinggi sehingga mengawali perjalanannya sebagai “wizard” dengan senjata tongkat penyihir. Sedangkan hasil ujian Wataru sangat rendah sehingga harus mengawali perjalanannya dengan level Tabibito paling bawah yaitu sebagai “Minarai no Yuusha atau The Brave Apprentice” (agak bingung mengartikannya, mungkin “pembantu ksatria” kali yah) dengan senjata pedang jelek. Untuk menemui sang dewi impian seluruh Tabibito harus mengumpulkan 5 bola kristal yang masing-masing memiliki kekuatan. Kristal pertama diberikan diawal perjalanan sebagai modal dan 4 kristal lain harus ditemukan sendiri (tahu sendiri kan awalnya kenapa aku menyangka anime ini berdasarkan game RPG). Mulailah perjalanan Wataru dan Ashikawa untuk menemui sang dewi impian untuk menggapai permohonannya. Wataru dengan kemampuannya yang pas-pasan lambat laun mulai semakin hebat akibat kegigihan dan kekeras kepalaannya. Bagaimana dengan Ashikawa? Permohonan apakah yang diinginkan Ashikawa?
Walaupun mirip karakter game RPG, plot ceritanya sendiri lumayan bagus terutama pada perjalanan Wataru di dunia Vision. Tentang gambarnya sendiri lumayan keren, walaupun jika dibandingkan dengan anime 5 centimeters per second masih kalah kelas. Yang agak menyebalkan adalah pace cerita yang terkesan buru-buru sehingga terdapat hal-hal menarik yang dibiarkan lewat begitu saja karena mengejar waktu tayang. Yah, sutradaranya memang gagal dalam mengatur tempo. Padahal tema ceritanya sendiri walau terlihat sederhana sebenarnya jika dipikirkan lebih mendalam cukup rumit. Mungkin dengan membaca novelnya akan membuat menonton anime ini menjadi lebih menarik. Tanpa novelnya, menonton animenya tersendiri lumayan menghibur koq.
Selengkapnya...
Ponyo on the Cliff by the Sea – Ikan ingin menjadi manusia


Judul asli: Gake no Ue no Ponyo
Sutradara: Hayao Miyazaki
Produksi: Studio Ghibli ( 2008 )
“Ponyo, Ningen ni naritai – Ponyo, ingin jadi manusia”
Inilah film anime terbaru studio Ghibli karya ke sembilan sutradara animasi terkenal Jepang, Hayao Miyazaki. Setelah sukses secara komersial dengan karya sebelumnya Howl’s Moving Castle yang banyak mendapat kritikan, kali ini Miyazaki menampilkan sebuah kisah fantasi perjuangan seekor ikan mas kecil yang ingin menjadi manusia.
Seekor ikan mas yang terperangkap didalam botol bekas sampah di laut diselamatkan oleh Sosuke, seorang bocah berusia 5 tahun yang tinggal bersama ibu (tiri?)nya yang bernama Lisa (atau Risa). Oleh Sosuke, ikan mas itu diberi nama Ponyo (baca: Po-Nyo). Tanpa sengaja Ponyo merasakan darah manusia setelah menjilat luka di jari Sosuke. Setelah bergaul dengan Sosuke beberapa lama, timbul keinginan Ponyo untuk menjadi manusia. Ditunjang dengan magic yang dimilikinya dan darah manusia yang pernah dicicipinya, Ponyo mulai dapat menumbuhkan kaki dan tangan seperti manusia.
Tentu saja usaha Ponyo yang ingin menjadi manusia tidak berlangsung mulus begitu saja. Fujimoto, seorang mantan manusia yang telah berubah menjadi pemelihara kelestarian laut berusaha menghalanginya. Bagi Fujimoto, manusia tidak lebih dari makhluk menjijikan yang merusak kehidupan laut dan mengotori segala isinya dengan sampah.
Seperti karya-karya animasi sebelumnya, Miyazaki kali ini juga mengangkat isu lingkungan terutama laut dan habitatnya dalam film terbarunya ini. Miyazaki kembali ke gaya lamanya yaitu membuat anime fantasi bergaya cerita sederhana dengan banyak bahasa visual, seperti yang pernah dilakukan ketika membuat karya legendarisnya yaitu My Neighbor Totoro. Menurut kabar, Miyazaki turun tangan menggambar sendiri konsep gambar laut beserta ombaknya untuk menciptakan gaya lautan yang unik.
Dengan gaya cerita sederhana dan mudah dipahami seperti ini, Ponyo banyak menarik minat dari anak-anak kecil hingga orang dewasa untuk menontonnya. Walaupun ide ceritanya sederhana, makna mendalam dapat dirasakan oleh orang yang ingin memikirkan tentang konsep manusia itu sendiri. Lihatlah tokoh Fujimoto yang mantan manusia tetapi berbalik benci terhadap manusia. Juga tokoh-tokoh nenek tua yang tinggal dipanti jompo.
Sungguh tidak adil ketika beberapa kritikus barat yang membandingkan bahwa karya Miyazaki ini mencontek Little Mermaid. Bagi saya sendiri, hal ini sama saja dengan 7 not musik yang jika dibawakan dengan urutan dan irama berbeda dapat menghasilkan lagu berbeda. Saya pribadi memandang Little Mermaid lebih banyak bermain dalam cerita tentang romantisme percintaan manusia (hubungan pria-wanita).
Perbandingan dengan karya Hayao Miyazaki sebelumnya: Lebih bagus daripada Howl’s Moving Castle, setaraf dengan My Neighbor Totoro, tetapi sedikit masih dibawah Laputa: Castle in the Sky dan Spirited Away.
sumber : http://yusahrizal.wordpress.com/category/resensi-anime/page/2/
Selengkapnya...
Tonari no Totoro


Film yang pertamakali beredar dengan format VHS pada tahun 1988 ini ditulis dan disutradarai oleh Hayao Miyazaki. Film ini berhasil memenangkan Anime Grand Prix prize di tahun yang sama. Fox DVD dan Disney telah membeli hak untuk mendubbing dan memproduksi ulang. Disney bahkan mengajak artis-artis terkenal untuk menjadi pengisi suaranya, seperti Dakota Fanning (Satsuki), Elle Fanning (Mei), Tim Daly (ayah), Lea Salonga (Ibu), dan Frank Welker (Totoro dan Nekobasu). Selain cerita dan alur yang bagus, film ini juga memiliki musik yang sangat mendukung film ini. Untuk menikmati musik dan lagu-lagu yang paling menarik, berdasarkan beberapa review yang saya dapat versi originalnya adalah yang terbaik (jepang).Tonari no totoro ini bercerita tentang dua orang saudara yang bernama Satsuki dan Mei.
Mereka baru saja pindah kota bersama ayahnya (ibunya sedang dirawat di rumah sakit) dan menempati sebuah rumah yang sudah tua di kaki gunung di pinggir hutan. Di puncak gunung, terdapat sebugh kuil dengan sebatang pohon yang sangat besar. Di rumah baru, mereka mendapati bahwa rumah mereka ternyata ditempati oleh makhluk ‘tidak biasa’, makhluk hitam kecil yang suka membuat kotor rumah yang jumlahnya ratusan. Tetapi mereka menyenangi rumah baru mereka.
Di pekarangan rumah, tanpa sengaja Mei melihat dan mengikuti roh hutan (totoro) dan menemukan sebuah jalan yang menghubungkan ke pohon besar di puncak gunung, disana dia bertemu dengan raja totoro yang sedang tidur (adegan ketika Mei menyapa raja Totoro, sangat lucu). Tetapi ketika dia menceritakannya kepada keluarganya, tidak ada yang mempercayainya. Bahkan kakak perempuannya (Satsuki), mengatakannya pembohong.
Sampai suatu hari, ketika ayah mereka pergi ke kota dan belum kembali sampai menjelang malam. Mereka berdua pergi ke pemberhentian bis untuk menjemput ayahnya karena hari itu hujan turun, dan ayah mereka lupa membawa payung. Sekian lama menunggu, dan bis-bis yang datang tidak membawa ayah mereka, membuat mei mengantuk dan tertidur di pundak Satsuki. Ketika hari mulai gelap, tiba-tiba datang Totoro dan berdiri disamping mereka. Karena kasian melihat Totoro yang terganggu dengan rintik hujan yang membasahi kepalanya, Satsuki menyerahkan payung ayahnya untuk Totoro. Totoro memberikan sebuah bungkusan sebagai balasannya (yang isinya ternyata sebuah biji yang dapat tumbuh menjadi pohon besar dalam semalam). Tak lama kemudian, sebuah kucing besar datang. Ternyata kucing tersebut adalah sebuah ‘bis’ (nekobasu = bis kucing). Sebuah bis yang dapat mengantarkan penumpangnya kemana saja (mirip seperti bis ksatria pada film Harry Potter).
Setelah pertemuan itu, mereka menjadi berteman dengan Totoro dan mengalami berbagai petualangan bersama. Tetapi kegembiraan mereka tidak berlangsung lama, karena sebuah telegram dari rumah sakit datang mengatakan bahwa ibu mereka bertambah sakit. Ayah mereka segera pergi ke rumah sakit, Satsuki dan Mei dititipkan ke tetangga sebelah. Tetapi karena ingin memberikan jagung kepada ibunya, Mei nekat pergi sendiri ke rumah sakit. Kehilangan Mei, membuat Satsuki panik. Seluruh penduduk membantu mencari Mei, tetapi karena belum mendapatkan kabar yang baik. Akhirnya Satsuki pergi ke pohon besar diatas gunung, dan berharap untuk bisa menemukan Totoro (biasanya Totoro tidak bisa ditemui, hanya Mei yang berhasil menemuinya saat tidak sengaja menemukan jalan kerumah Totoro).
Totoro yang berhasil ditemukan Satsuki bersedia membantunya, dia memanggilkan Nekobasu untuk mengantar Satsuki kepada Mei. Setelah itu, mereka bersama-sama pergi ke rumahsakit untuk memberikan jagung kepada ibunya.
Film ini cocok untuk ditonton seluruh kelurga, karena isi cerita, animasi dan musik yang menawan.
Selengkapnya...
Rabu, 23 September 2009
Mangaka Usui Yoshito Meninggal Dunia

Usui Yoshito, 51 tahun, adalah seorang mangaka yang terkenal melalui komik (manga) Crayon Shinchan yang menceritakan tentang kenakalan seorang anak berusia 5 tahun yang bernama Nohara Shinnosuke. Di Indonesia, Shinchan pertama kali dikenal melalui animenya yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta lokal dan waktu itu sempat menuai protes dari kalangan orang tua yang berkeberatan dengan penggambaran tingkah laku Shinchan yang dinilai dapat memberikan pengaruh/contoh buruk kepada pemirsa anak-anak.
Pihak berwenang di Jepang telah mengkonfirmasikan bahwa jenazah pendaki gunung yang ditemukan di jurang gunung Tomoiwa adalah (alm) Usui Yoshito, pengarang manga Crayon Shinchan. Jenazah yang ditemukan oleh seorang pendaki gunung itu dievakuasi pada tanggal 20 September 2009 waktu setempat dan telah dilakukan identifikasi. Dari hasil pemeriksaan, diperkirakan beliau telah meninggal dunia sejak tanggal 11 September 2009, di hari kepergiannya. Istrinya mengatakan bahwa Usui tidak kembali sejak tanggal 11 September 2009
malam dan pergi melapor keesokan harinya pada tanggal 12 September 2009.
Pihak penerbit Crayon Shinchan belum memberikan keterangan pasti mengenai kelanjutan serial tersebut pasca kematian pengarangnya.
Usui Yoshito
21 April 1958 - 11 September 2009
Rest In Peace
Selengkapnya...
Jumat, 18 September 2009
Hunter x Hunter


Gon Freecss: Seorang anak laki laki berumur 12 tahun yang mengembara untuk menemukan ayahnya yang sudah lama pergi dan tak pernah kembali. Gon mempunyai indera yang sangat tajam karena terbiasa hidup dihutan dan tidak takut pada monster. Gon sangat polos, baik dan setia kawan. Dia bertemu dengan Killua pada ujian hunter dan sejak saat itu Gon dan Killua menjadi teman yang baik. Memiliki Nen bertipe Kyouka, atau penguat, yang sering digunakan secara spesifik oleh Gon untuk melancarkan pukulan yang amat kuat. Jurus spesialnya adalah Jajanken.
Killua Zaoldyeck: Anak dari keluarga pembunuh bayaran yang sangat terkenal dan ditakuti oleh banyak golongan. Memiliki sifat yang sangat cuek dan suka semaunya sendiri. Dia bertemu dengan Gon pada latihan hunter, namun sayang dia gagal dalam ujian hunter yang pertama karena tekanan kakaknya, Illumi Zaoldyeck. Karena paksaan kakaknya itu, setelah ujian hunter Killua terpaksa ikut kembali kerumahnya. Karena perjuangan tekad Gon, Kurapica,dan Leorio yang nekad menerobos masuk ke rumah keluarga Zaoldyeck di Kururu Mountain, maka akhirnya Killua pun ikut kembali bersama Gon, dan dari saat itu Gon dan Killua tidak pernah berpisah. Killua memiliki Nen bertipe Henka, atau transformasi. Killua mengubah kekuatan Nen miliknya menjadi suatu kekuatan listrik yang cukup mematikan. Killua telah dilatih sedemikian rupa untuk menjadi seorang assassin, terbukti dengan mampunya ia membuka 3 pintu gerbang rumahnya, yang notabene beratnya 12 ton. Killua juga tahan terhadap racun dan aliran listrik.
Leorio: Orang yang suka humor, bahkan kadang kadang saat bertempur-pun ia sesekali bercanda. Merupakan salah satu teman baik Kurapica.Dia memiliki cita-cita untuk menjadi seorang dokter karena dia pernah kehilangan seorang teman yang sangat akrab dengan dia,ia tak dapat menyembuhkan temannya itu. dia ikut ujian hunter pun hanya karena dia membutuhkan dana untuk ikut kuliah di universitas kedokteran, pada akhirnya dia berhasil menjadi seorang dokter. Sejauh ini, Leorio hanya menguasai 'Ten' dari 4 dasar 'Nen'.
Kurapika: Lelaki yang "cantik" ini berumur 16 tahun,ia sehingga membuat banyak orang bertanya-tanya apakah dia lelaki atau perempuan. Leorio pernah ingin mengajukan tebakan, apakah Kurapica laki-laki atau perempuan saat ujian hunter di menara trik. Orang yang sangat akrab dengan Gon, bijaksana dan selalu berpikir dengan kepala dingin. Wawasannya luas karena hobinya,membaca buku (terutama buku sejarah). Walau demikian, saat mendengar tentang Genei ryodan, sifat kalapnya akan muncul, bersamaan dengan munculnya mata merahnya. Kurapica, sebagai keturunan terakhir suku Kuruta memiliki mata merah yang hanya akan muncul saat ia mulai marah. Kurapica sebenarnya memiliki Nen bertipe Gugenka, materialisasi, yang diwujudkan dengan rantai yang melilit tangan kanannya. Tetapi saat mata merahnya muncul, tipe Nen-nya berubah menjadi Tokushitsu, atau spesialisasi. Saat matanya berubah merah, kemampuan khususnya adalah dapat menggunakan semua tipe nen dengan tingkat kemahiran 100%. Kurapica mempunya dendam yang mendalam terhadap Genei Ryodan. 5 tahun sebelum ujian hunter,Genei Ryodan membunuh seluruh anggota suku Kuruta yang mendiami wilayah Rukuso.Banyak orang memburu mata merah dari suku Kuruta. Saat terjadi pelelangan di Yorkshin city, sepasang bola mata suku Kuruta terjual dengan harga 2,9 milyar.
Hisoka : Pria misteris yang kuat dan aneh. Sifatnya yang nyentrik, sesuai dengan penampilan sehari-harinya mirip seorang pesulap atau badut (pierrot). Dia bertemu dengan Gon saat ujian hunter dan tertarik akan keberanian Gon dalam menolong Leorio. Menganggap bahwa Gon memiliki kekuatan potensial yang hebat, Hisoka berusaha menghindar untuk membunuh Gon, karena menunggu sampai kekuatan Gon cukup "matang untuk dipanen". Seorang anggota laba-laba atau Genei Ryodan (palsu, karena nomor punggungnya yang bernomor 4 hanya tempelan di punggungnya), walau sebenarnya ia hanya masuk dalam Genei Ryodan demi melawan sang pimpinan, Kuroro Lucifer. Sama seperti Killua, nen Hisoka bertipe Henka. Hyosoka mengubah nen-nya menjadi mirip seperti permen karet (Bungee Gum).Hisoka kemungkinan memiliki ketertarikan dengan salah satu anggota Genei Ryodan, Machi.
Ging Freecss : Merupakan seorang hunter yang diakui sebagai salah satu hunter terhebat pada masa itu. Ging merupakan ayah dari Gon dan merupakan alasan kenapa Gon berusaha untuk menjadi seorang hunter profesional. Saat Gon masih sangat kecil, Ging meninggalkan Gon dalam perawatan Mito dan ibunya, sementara Ging sendiri menghilang tidak jelas kemana. Ging memiliki tipe nen Tokushitsu atau spesialisasi. Ging adalah salah satu dari 11 pencipta game Greed Island, yaitu Ging, Razor, Elena, Eeta, dan Dwun (aslinya Wdwune), sedangkan untuk 5 orang lagi tidak diketahui asal usulnya.
Bibi Mito : Adik dari istri Ging Freecss, dia juga mencintai Ging, namun Ging lebih mencintai kakaknya. Dialah yang merawat Gon, sejak Gon masih kecil hingga dia berumur 12 tahun. Dia sangat membenci Ging, karena mengganggap Ging tidak bertanggung jawab dengan menelantarkan Gon begitu saja.
Followers
Google Search
link berita
Time and Date
SpeedTest Mini
ShoutBox
|
|

