Tampilkan postingan dengan label ratatouille. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ratatouille. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 September 2009

Ratatouille Film

'RATATOUILLE' Film Animasi Terbaik Oscar

RATATOUILLE, film yang mengisahkan tentang seekor tikus dan disutradarai Brad Bird pada Minggu malam memenangi Piala Oscar sebagai film animasi terbaik, sekaligus menjadi film animasi kedua yang memberi Brad Bird Oscar setelah THE INCREDIBLES tahun 2004.

RATATOUILLE, film animasi yang telah memperoleh keuntungan sebesar US$200 juta, juga dinominasikan untuk kategori Cerita Orisinil.

Film yang diisi suara Patton Oswalat, Janeane Garofalo, Ian Holm, Peter O`Toole, dan Lou Romano itu berkisah tentang seekor tikus penggemar makanan enak yang mewujudkan mimpinya memasak di sebuah restoran di Paris dengan bantuan seorang pemuda yang kaku.

Pada kategori film Animasi Pendek Terbaik, PETER & THE WOLF arahan Suzie Templeton dan Hugh Welchman berhasil mendapatkan Piala Oscar.

Sementara itu, dalam pemberian anugerah yang berlangsung di Kodak Theater, Hollywood-Los Angeles itu, Piala Oscar juga dimenangkan oleh Alexandra Byrne dalam kategori Kostum Terbaik melalui film ELIZABETH: THE GOLDEN AGE.

Selain itu, Didier Lavergne dan Jan Archibald untuk Tata Rias Terbaik dalam LA VIE EN ROSE, THE GOLDEN COMPASS untuk Efek Visual Terbaik; dan SWEENEY TODD untuk Pengarah Artistik Terbaik.


'RATATOUILLE' Borong 13 Nominasi di Annie Award

Film animasi laris RATATOUILLE memborong 13 nominasi untuk Annie Award, sehingga film produksi Pixar tersebut memimpin daftar unggulan bagi penghargaan setingkat Oscar untuk film animasi.

SURF`S UP andalan Sony Pictures Animation mendapat 10 nominasi, disusul oleh BEE MOVIE dengan lima nominasi, sedangkan PERSEPOLIS dan THE SIMPSONS MOVIE masing-masing memperoleh empat nominasi.

Kelima film kartun ini akan bersaing untuk memperebutkan penghargaan Film Cerita Animasi Terbaik. Hingga 2 Desember 2007 ini, RATATOUILLE telah meraup pemasukan sebesar US$ 608 juta dari penjualan karcis di seluruh dunia. Dengan demikian, film ini merupakan film Pixar terlaris sepanjang masa setelah FINDING NEMO dan THE INCREDIBLES.


Selengkapnya...

RATATOUILLE

'RATATOUILLE', Impian Sang Tikus
Pengisi Suara : Patton Oswalt, Ian Holm, Lou Romano, Brian Dennehy, Peter Sohn.Film animasi ini menceritakan impian Remy, seekor tikus yang memiliki cita-cita ingin menjadi juru masak. Sejak awal, tikus yang satu ini memang unik, selalu tertarik terhadap masakan. Seperti manusia yang jatuh hati pada dunia memasak, ia juga antusias terhadap acara di televisi yang menayangkan demo memasak. Juga, membaca buku tentang masakan.

Suatu hari, ia menyadari bahwa rasa itu unik. Satu dengan yang lainnya berbeda. Namun perpaduan antara rasa-rasa itu dapat menambah kelezatan sebuah makanan. Tetapi nasib apes sebagai seekor tikus, sang manusia tidak rela akan kehadirannya. Tikus yang identik dengan kotoran itu selalu menjadi musuh. Dor.. Dor.. Dor.. tembakan mengarah kepadanya. Ia berusaha menyelamatkan diri. Tidak hanya dirinya malah, seluruh keluarga akhirnya terusir dari rumah seseorang dan melarikan diri dengan menaiki ‘perahu’. Di lorong sungai, tikus hitam itu berpisah dengan keluarganya. Ia terdampar pada suatu tempat yang asing. Hanya buku memasak yang ia curi dari manisia yang menemainya. Yang aneh, buku yang memuat gambar seorang koki terkenal itu dapat berbicara dengannya.

“Lihatlah di sekitar,” saran sang koki. Akhirnya, ia mengikuti saran itu. “Ini adalah kota Paris,” ia dapat melihat menara Eiffel. Sebuah restoran megah berada di depannya –restoran yang membuatnya kagum: Gusteau’s Restorant.

Di balik jendela, ia melihat seseorang pemuda yang baru saja melamar pekerjaan sebagai pembantu juru masak di sana. Si pemuda itu terlihat bodoh dan tidak pandai dalam urusan rasa. Dan benar, ketika ia memasukkan bumbu-bumbu, semua tidak cocok untuk sebuah masakan bernama sup. Naluri memasak si tikus itu pun keluar. Ia berusaha memperbaiki apa yang telah pemuda itu lakukan. Ia berjuang untuk menyelamatkan rasa sup itu walau dengan usaha yang keras. Aksinya tidak panjang, ia ketahuan oleh pemilik restoran. “Tangkap!,” teriaknya. Dengan sigap, sang pemuda itu menangkapnya dan memasukkan dalam sebuah toples. “Bunuh dia,” perintah sang bos. Pemuda itu kemudian membawanya untuk dibuang ke sungai.

Sang pemuda yang putus asa itu pun heran, ketika ia akan menjatuhkan tikus itu ke sungai, binatang kecil itu ternyata bisa mengerti keluhannya. “Apakah saya dapat memasak?” tanyanya. Sang tikus menggelengkan kepala.Tikus itu kemudian menunjukkan kalau dirinya bisa memasak. Di rumah sang pemuda, akhirnya si tikus menemukan cara bagaimana ia bisa memanfaatkan pemuda itu untuk memasak. Caranya, ia berada di kepala dan menarik rambut untuk menggerakkan tangan sang pemuda. Ia berlatih secara keras dan akhirnya bisa menguasai ’setir’.Sang pemuda itu menyajikan masakan-masakan yang dipesan. Masakannya mendapatkan pujian. Karena memang tidak bisa memasak, kelebihannya dalam mengombinasikan rasa membuat orang penasaran. Di sinilah akhirnya timbul masalah. Si bos berusaha mencari tahu siapakah yang membantu sang pemuda itu? Dan jawaban terkuak, ternyata seekor tikus yang bersembunyi di kepala.

Suatu hari, ia pun akhirnya harus berterus terang terhadap kekasihnya, bahwa yang memasak bukanlah dirinya tetapi seekor tikus. Sang kekasih itu begitu terkejut dan merasa dikhianati. Ia pun meninggalkan pemuda itu dengan marahnya.Dan… Tikus itu kemudian terusir dari restoran. “Tikus hanyalah tikus,” keluh si tikus –tak bisa menjadi koki. Suatu ketika, di saat si tikus itu hilang dari pemuda, sang pemilik restoran itu dihadapkan situasi sulit. Ada seorang pengkritik makanan menantangnya untuk membuat masakan khusus –dan ia tidak tahu makanan apakah yang dipesan itu, apalagi dengan perginya sang tikus pemasak.

Bagaimanakah kisah kelanjutannya? Tikus itu akhirnya kembali. Sang penikmat makanan itu memuji masakannya pada sebuah review di surat kabar. Si tikus telah menyelamatkan nama besar restoran.
Selengkapnya...

Followers

A Day Dreaming... © 2008 Template by:
SkinCorner