Rabu, 23 September 2009

Mangaka Usui Yoshito Meninggal Dunia

Mangaka Usui Yoshito yang dilaporkan menghilang sejak tanggal 11 September 2009 lalu, diduga telah meninggal dunia ketika sedang mendaki gunung di daerah Gunma Perfecture. Seorang pendaki menemukan sesosok jenazah yang diduga adalah jenazah dari mangaka tersebut karena mengenakan pakaian yang sama dengan pakaian yang dikenakan olehnya. Hal ini belum bisa dipastikan karena posisi jenazah tersebut tertelungkup sehingga wajahnya tidak terlihat dan letaknya sulit dicapai. Diperkirakan pendaki tersebut terjatuh dan meninggal. Jenazah tersebut diperkirakan sudah berada di sana kurang lebih 10 hari.


Usui Yoshito, 51 tahun, adalah seorang mangaka yang terkenal melalui komik (manga) Crayon Shinchan yang menceritakan tentang kenakalan seorang anak berusia 5 tahun yang bernama Nohara Shinnosuke. Di Indonesia, Shinchan pertama kali dikenal melalui animenya yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta lokal dan waktu itu sempat menuai protes dari kalangan orang tua yang berkeberatan dengan penggambaran tingkah laku Shinchan yang dinilai dapat memberikan pengaruh/contoh buruk kepada pemirsa anak-anak.


Pihak berwenang di Jepang telah mengkonfirmasikan bahwa jenazah pendaki gunung yang ditemukan di jurang gunung Tomoiwa adalah (alm) Usui Yoshito, pengarang manga Crayon Shinchan. Jenazah yang ditemukan oleh seorang pendaki gunung itu dievakuasi pada tanggal 20 September 2009 waktu setempat dan telah dilakukan identifikasi. Dari hasil pemeriksaan, diperkirakan beliau telah meninggal dunia sejak tanggal 11 September 2009, di hari kepergiannya. Istrinya mengatakan bahwa Usui tidak kembali sejak tanggal 11 September 2009 malam dan pergi melapor keesokan harinya pada tanggal 12 September 2009.


Pihak penerbit Crayon Shinchan belum memberikan keterangan pasti mengenai kelanjutan serial tersebut pasca kematian pengarangnya.


Usui Yoshito

21 April 1958 - 11 September 2009

Rest In Peace

Selengkapnya...

Minggu, 20 September 2009

Meraih Mimpi, Film Animasi Karya Kreatif Anak Bangsa

STORY


Orang bijak bilang: “Jangan Takut untuk Bermimpi” yang kurang lebih mengartikan Jika kita memiliki sebuah impian, jangan takut meraihnya. Berbekal kesabaran dan fokus serta konsisten, maka mimpi yang kita inginkan tersebut dibarengi dengan perjuangan, pasti akan dapat diwujudkan.
Berbicara mengenai sebuah impian, mungkin bangsa Indonesia sudah cukup lama memiliki “mimpi” dapat membuat sebuah film animasi yang dapat bersaing dengan hasil buatan negara lainnya.

Dengan berbekal kesabaran, fokus dan konsisten dengan impian itu, maka saat ini Indonesia telah membuktikan dapat mewujudkan sebuah impian yaitu membuat film animasi yang tak kalah apiknya dengan film-film animasi luar negeri misalnya Madagaskar atau Ice Age produksi Walt Disney.

meraih mimpi
Meraih Mimpi” judulnya. Sebuah film animasi musikal yang diproduseri oleh Nia Dinata, karya Phil Mitchell produksi Infinite FrameWorks Studios (IFW) Indonesia yang studionya berada di Turi Beach, Nongsa-Batam. Diadaptasi dari sebuah novel berjudul “Sing To The Dawn” karya Minfong Ho seorang penulis novel asal Singapura yang menetap di New York. Tayangan perdananya sudah dilakukan saat penutupan event bergengsi Festival Film International KidsFfest Indonesia 26 Juli 2009 yang lalu, dan telah diekspor ke berbagai negara seperti Singapura, Timur Tengah, Malaysia hingga Rusia. Rencananya bulan September mendatang juga akan ditayangkan diseluruh bioskop Indonesia.


Mungkin anda bertanya-tanya dalam hati, apa sih keistimewaan film animasi yang proses produksinya memakan waktu hingga dua tahun itu?
Jika melihat Trailernya, hasilnya memang patut diacungin dua jempol. Hal itu dapat dilihat dari keunikan animasinya. Buktinya salah satu perusahaan film asing berminat membeli hak siar film “Meraih Mimpi“. Keunikannya adalah Film ini merupakan animasi 3D musikal berlatar belakang 2D.


Film animasi untuk semua kalangan ini sarat dengan pesan moral yang memberikan arti pentingnya semangat untuk meraih sebuah impian atau cita-cita. Berkisah tentang dunia anak-anak dan pendidikan, yaitu kakak beradik yang memiliki impian atau cita-cita untuk mendapatkan beasiswa dengan kecerdasan mereka. Dan penuh petualangan saat mempertahankan kampung mereka dari kontraktor yang mencari keuntungan pribadi. Dimana rencananya kampung mereka akan dijadikan sebuah kawasan perjudian. Selain itu , film ini juga sarat petualangan yang seru dengan binatang-binatang penghuni hutan di sekitar kampung tempat mereka tinggal.


Penasaran seperti apakah filmnya? Jangan sampai Anda lewatkan film animasi yang satu ini! Karena di film ini Anda dapat melihat betapa kreatifnya anak-anak bangsa yang dapat menciptakan sebuah film animasi keren namun sekaligus terdapat unsur edukatif. Disamping itu sejumlah artis beken seperti Gita Gutawa, Patton (idola cilik), Ria Irawan, Indra Bekti, Cut Mini dan Uli Herdiansyah juga turut ambil bagian sebagai (dubber) pengisi suara dalam film yang menyedot biaya produksi US$ 5 juta ini. Wait and see lah ya… penayangannya di bioskop bulan September 2009.


SINOPSIS CERITA
"Anak-Anak Indonesia Harus Bisa Meraih Mimpi-Mimpinya"
Sebuah Film animasi musikal pertama dengan suara aktor aktor papan atas Indonesia.


Meraih Mimpi adalah sebuah film animasi yang sangat menyentuh dengan cerita yang memberikan kekuatan dan harapan akan pentingnya toleransi, perjuangan dan semangat dalam meraih cita-cita. Dengan seting di perkampungan dan hutan pulau Batam yang juga dihuni dengan berbagai binatang-binatang khas Indonesia, membuat tampilan visual yang sangat luar biasa.

Dana (Gita Gutawa), adalah karakter anak perempuan utama di film ini. Ia terpaksa mengikuti tradisi patriarkis di kampungnya dan juga dominasi penguasa tuan tanah yang membebani keluarganya dan seluruh kampung dengan pajak tanah yang keterlaluan. Padahal sebenarnya tuan tanah Pairot (Surya Saputra), berniat mengusir warga demi membangun perhotelan dan kasino. Perjalanan Dana menjadi sangat unik ketika ia sadar bahwa hanya dengan memenangkan kompetisi beasisiwa untuk melanjutakan sekolahnya, ia dapat berjuang melawan ketidak adilan ini.

Ditemani dengan binatang-binatang hutan dan Rai (Patton "idola Cilik") adiknya, Dana tidak hanya berhasil mendapatkan beasiswa, tetapi mereka juga menemukan rahasia tuan tanah akan identitasnya yang sebenarnya. Meraih Mimpi adalah kisah anak perempuan dan keluarganya yang mencintai binatang dan lingkungan dan tak berhenti bermimpi dan berjuang. Sebuah kisah yang akan menginspirasi banyak anak-anak di Indonesia dan di Asia Tenggara. Film ini dapat menimbulkan kesadaran anak-anak Indonesia akan pentingnya kesetaraan gender, sehingga anak laki-laki dan perempuan kita dapat tumbuh menjadi generasi yang saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

KARAKTER:
Selengkapnya...

Followers

A Day Dreaming... © 2008 Template by:
SkinCorner